Langsung ke konten utama

Film Coco




Sinopsis :

Film ini mengisahkan seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang bernama Miguel yang bermimpi untuk menjadi seorang musisi ternama seperti idolanya yang telah lama meninggal, Ernesto de la Cruz. Ia berusaha untuk mengunjungi pemakaman sang idola dan memainkan gitar peninggalan de la Cruz yang terdapat di nisannya.
Sayangnya, perbuatannya tersebut malah membawanya ke sebuah tempat yang dinamakan dengan Land of the Dead, tempat dimana orang mati berada. Buruknya lagi, di sana dia akan bertemu dengan nenek moyangnya yang melarang kehadiran musik di tengah keluarga mereka.
Review
Coco merupakan animasi bergenre Petualang dan Fantasi yang di Sutradari aole asal Amerika, Lee Edward Unkrich (The Good Dinosaur, Toy Story 4) dibantu oleh co-director, Adriana Molina (Monsters University) sekaligus sebagai pembuat penulis skenario film ini.
Film yang terinspirasi dari budaya tradisional Meksiko, Dia de Muertos atau Hari Kematian ini diproduseri oleh Darla K. Anderson (Finding Dory) dengan pengisi suara para karakternya, Gael Garcia Bernal (Museo), Benjamin Bratt (Doctor Strange), Renee Victor (The Unspeakable), Anthony Gonzalez (IceBox), Alanna Ubach (The Last Word) dan Edward James Olmos (The Predator). Didistribusi oleh Walt Disney Studio Motion Pictures dengan perusahaan produksinya, Pixar Animation Studios dan Walt Disney Pictures
Bahasa yang digunakan oleh film ini bercampur antara Meksiko dan Inggris  dengan logat Meksiko.
Film ini, secara visual dan segi cerita sangat bagus dan bagi saya ini film tida ketebak dengan alur ceritanya. Saya sendiri pada awalnya hanya mengira-ngira bahwa nenek moyangnya adalah Enersto de la Crusz tetapi bukan. Ada yang menganjal, apalagi semua bukti ke arah Enersto de la Crusz. Jangan salah lho, film ini cukup menguras air mata dan emosi perasaan kita dimainkan di film ini karena ada beberapa adegan yang saat membuat emosi. Seperti pada saat Migeul meminta mama Coco untuk tidak melupakan Ayahnya.
Entah kenapa paling tidak suka sama endingnya, mungkin agak miris sih melihat kematian Coco. Saat ketemu kedua Orangtua mereka Coco terlihat sekali tuanya sedangkan kedua orangtuanya terihat sangat muda. Mungkin saja, ini mereka bertemu pada saat keadaan mereka saat mereka hidup. Kedua orangtua mereka meninggal saat muda maka di sana kelihatan muda sedangkan Coco meninggal pada saat tua.

» Tanggal rilis : 22 November 2017
» Tayang di Indonesia : 22 November 2017
» Genre : Animation, Adventure, Comedy
» Sutradara : Andrian Molina dan Lee Unkrich
» Rating IMDb : - /10
» My Rating : 8/10
» Rating Usia : SU (Semua Usia)
» Durasi : 1 jam 16 menit
» Pemeran di film Coco :
Aktor / Aktris
Sebagai
Tokoh / Karakter
Anthony Gonzalez
-
Miguel Rivera
Gael Garcia Bernal
-
Hector
Benjamin Bratt
-
Ernesto de la Cruz
Renee Victor
-
Abuelita
Ana Ofelia Murguia
-
Mama Coco
Jaime Camil
-
Papa
Edward James Olmos
-
Chicharron
Sofia Espinosa
-
Mama
Luis Valdez
-
Tio Berto
Lombardo Boyar
-
Mariachi
Alanna Ubach
-
Imelda
Selene Luna
-
Tia Rosita
Alfonso Arau
-
Papa Julio
Octavio Solis
-
Arrival Agent
Gabriel Iglesias
-
Head Clerk
Cheech Marin
-
Corrections Officer
Blanca Araceli
-
Emcee


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan Ibu Millenial dalam Mengasuh Anak

Yuhu, apa kabar semuanya? Semoga kalian baik-baik saja ya… Ada info terbaru untuk kalian khususnya ibu-ibu Millenial, untuk menciptakan generasi emas. Pada masa pandemic ini, ibu-ibu sangat dianjurkan untuk melindungi anaknya dengan cara memberikan protocol kesehatan. Anak-anak diajarkan untuk membersihkan tangan, tidak hanya membersihkan tangan pada saat sebelum dan sesudah makan saja tetapi setelah beraktivitas di luar. Tidak harus masa pandemic saja ya, dalam kehidupan sehari-haripun seperti itu. Agar anak kita terhindar dari virus dan penyakit, dan menciptakan hidup yang lebih sehat. Tanggal 11 Agustus 2020, aku ikut Webinar di aplikasi Zoom dengan tema “Mencetak Ibu Millenial Pembangun Generasi Emas 2045 di Era Pandemi Covid 19”. Dengan narasumber sbb : -         Hj Khofifah Indar Parawansa,   Ketua Umum PP NU -         Dr Hj Erna Yulia Soefihara,   Ketua   VII PP NU -         Media   Octariana, MCN Asisten Deputi Ketahanan Gizi KIA -         DR. dr. TB. Rachmat Sa

Belajar Science di Anime DR Stone

Hallo teman-teman! Sebelum aku membahas anime jadul (jaman dulu) lagi, aku membahas anime yang aku tonton akhir-akhir ini. Seperti judul yang di atas, aku akan membahas anime DR Stone. Filmnya, rekomen banget karena menurut aku film bergenre Fantasi dan komedi. Biasakan, aku selalu memprediksi anime dengan seri 24 episode akan menjadi anime yang membosankan. Karena, menjelaskan secara ilmiah dan proses juga nama jamur yang beracun dan tidak. Dan ternyata, semua terbantahkan karena ada unsur komedi di anime ini. Awalnya sih, aku ga lihat genrenya apa tahu-tahu ada di laptop aku dan entah kapan aku download ini anime. Karena aku selalu men-download anime berdasarkan rating di myanimelist. Daripada berlama-lama dan kalian akan bosan sama tulisan aku, lebih baik aku langsung menceritakan animenya seperti apa. Sinopsis : 3700 tahun setelah kilatan cahaya misterius mengubah umat manusia menjadi batu, seorang remaja jenius bernama Senku Ishigami bangkit dan menemukan diri

Slam Dunk : Anime Sport Sepanjang Masa

Slam Dunk adalah anime yang membuat aku menjadi lebih bersemangat lagi, sikap pantang menyerah, percaya diri, dan tidak takut kepada musuh membuat aku semakin termotivasi. Walaupun aku jarang sekali suka sama anime sport , entah mengapa jadi suka baik cerita yang didalamnya mengandung komedi dan sedikit romantis.  Anime yang dalam manganya mempunyai jilid 31, animenya 101 episode, dan 4 layar lebarnya yang di karang oleh Takehiko Inoue bercerita tentang Tim Bola Basket dari SMA Shouhoku yang diproduksi oleh TV Asahi dan Toei Animation. Slam Sunk muncul pada manga Shounen Weekly, Di Jepang, komiknya diterbitkan oleh Shueisha dari tahun 1990 hinga 1996, sementara di Indonesia diterbitkan oleh Elex Media Komptindo. Sebelum diterbitkan Elex, komik ini pernah pula diterbitkan oleh Rajawali Grafiti. Sinopsis : Berawal dari Hanamichi Sakuragi yang tidak suka dengan basket karena perempuan ke 50 yang menolaknya, dan mengatakan dia lebih menyukai pria yang suka dengan bas