Langsung ke konten utama

Kisah Cinta Segitiga di Film Meet Me After Sunset




Para Pemain

Tanggal 09 Februari 2018, aku di undang oleh BloggerCrony untuk menghadiri film keluaran MNC PICTURE di CGV Grand Indonesia. Film ini dihadiri oleh Sutradara Danial Rifki beserta para pemain Agatha Chelsea, Maxime Bouttier, Billy Davidson, Yudha Keling, dan Margin Wieheerm. Tidak lupa sang Produser Affandi Abdul Rahman dan juga Penulis Skenario Miftha Syafrian Yahya, film Meet Me After Sunset mulai tayang di bioskop pda tanggal 22 Februari 2018.
Setelah Gala Premiere di Jakarta, Meet Me After Sunset akan melakukan Gala Premiere di beberapa kota yaitu Cirebon 13 Februari, Bandung 14 Februari, Solo 17 Februari, dan Yogyakarta 18 Februari. Selain Gala Premiere, ada pula nonton bareng di Jabodetabek dan beberapa kota yaitu Solo, Yogyakarta, Surabaya, Padang, Malang, Tegal, Makassar, Semarang, Cirebon, Bandung, Medan, dan Palembang.

BloggerCrony Squad



Kisah film Meet Me After Sunset sendiri bermula saat Vino (Maxime Bouttier) kesal karena orangtuanya sepakat pindah dari Jakarta ke Ciwidey, Bandung tanpa persetujuan darinya. Ditambah Vino tak cocok tinggal di daerah yang sepi. Namum pemikirannya berubah, ketika ia tanpa sengaja bertemu dengan seorang perempuan yang berjalan sendiri di antara pepohonan. Vino terkesima, perempuan itu sangat cantik dengan gayanya yang klasik dan bertudung merah bernama Gadis (Agatha Chelsea). Tapi baru sepintas, perempuan tersebut langsung menghilang ditelan kabut. Gadis terbyata diketahu dekat dengan petugas penjaga hutan bernama Bagas (Billy Davidson), mereka sudah bersahabat sejak kecil.
Vino berharap bisa kembali bertemu dengan Gadis, tetapi perempuan cantik itu tak pernah terlihat di siang hari. Gadis justru keluar rumah di saat semua orang sudah tertidur lelap. Akan tetapi, bukan Vino namanya jika menyerah begitu saja. Vino terpaksa melawan dinginnya malam, demi bisa bertemu dengannya. Namun Dadang (Yudha Keling), teman sekelas Vino mengatakan kalau Vino menyukai orang yang salah. Gadis dikenal sebagai perempuan yang aneh. Ditambah lagi, ada Bagas yang menjadi pelindung Gadis. Bagas adalah seorang penjaga hutan yang telah menjadu teman Gadis sejak kecil. Diam-diam Bagas juga mencintai Gadis. Bagas begitu mengertu tentang Gadis, hingga kehangatan yang diberikannya membuat Gadis merasa nyaman. Bersama Bagas, Gadis bagaikan Bulan yang selalu ditemani Bintang di gelapnya malam. Sedangkan Vino, bagaikan Matahari yang tidak isa bertemu di waktu yang sama dengan Bulan. Bintang dan Matahari, manakah yang akan selalu bersinar?



Seperti ppercintaan Remaja, penonton dibuat baper oleh film ada yang membedakan di film ini adalah kisah percintaan tetapi tidak saling bersentuh di film ini hanya perasaan para pemain yang di tonjolkan. Penasaran dengan kisah cinta di Film Meet Me After Sunset? Tunggu penayangannya dimulai tanggal 22 Februari 2018 di Bioskop kesayangan anda.

Komentar

Amallia Sarah mengatakan…
Film yang banyak memberi pelajaran. Banget ya mba
Nurul Dwi Larasati mengatakan…
Sebentar lagi nih tayang di bioskop. Rekomendasi sekali film ini buat remaja ya.

Postingan populer dari blog ini

Tantangan Ibu Millenial dalam Mengasuh Anak

Yuhu, apa kabar semuanya? Semoga kalian baik-baik saja ya… Ada info terbaru untuk kalian khususnya ibu-ibu Millenial, untuk menciptakan generasi emas. Pada masa pandemic ini, ibu-ibu sangat dianjurkan untuk melindungi anaknya dengan cara memberikan protocol kesehatan. Anak-anak diajarkan untuk membersihkan tangan, tidak hanya membersihkan tangan pada saat sebelum dan sesudah makan saja tetapi setelah beraktivitas di luar. Tidak harus masa pandemic saja ya, dalam kehidupan sehari-haripun seperti itu. Agar anak kita terhindar dari virus dan penyakit, dan menciptakan hidup yang lebih sehat. Tanggal 11 Agustus 2020, aku ikut Webinar di aplikasi Zoom dengan tema “Mencetak Ibu Millenial Pembangun Generasi Emas 2045 di Era Pandemi Covid 19”. Dengan narasumber sbb : -         Hj Khofifah Indar Parawansa,   Ketua Umum PP NU -         Dr Hj Erna Yulia Soefihara,   Ketua   VII PP NU -         Media   Octariana, MCN Asisten Deputi Ketahanan Gizi KIA -         DR. dr. TB. Rachmat Sa

Belajar Science di Anime DR Stone

Hallo teman-teman! Sebelum aku membahas anime jadul (jaman dulu) lagi, aku membahas anime yang aku tonton akhir-akhir ini. Seperti judul yang di atas, aku akan membahas anime DR Stone. Filmnya, rekomen banget karena menurut aku film bergenre Fantasi dan komedi. Biasakan, aku selalu memprediksi anime dengan seri 24 episode akan menjadi anime yang membosankan. Karena, menjelaskan secara ilmiah dan proses juga nama jamur yang beracun dan tidak. Dan ternyata, semua terbantahkan karena ada unsur komedi di anime ini. Awalnya sih, aku ga lihat genrenya apa tahu-tahu ada di laptop aku dan entah kapan aku download ini anime. Karena aku selalu men-download anime berdasarkan rating di myanimelist. Daripada berlama-lama dan kalian akan bosan sama tulisan aku, lebih baik aku langsung menceritakan animenya seperti apa. Sinopsis : 3700 tahun setelah kilatan cahaya misterius mengubah umat manusia menjadi batu, seorang remaja jenius bernama Senku Ishigami bangkit dan menemukan diri

Slam Dunk : Anime Sport Sepanjang Masa

Slam Dunk adalah anime yang membuat aku menjadi lebih bersemangat lagi, sikap pantang menyerah, percaya diri, dan tidak takut kepada musuh membuat aku semakin termotivasi. Walaupun aku jarang sekali suka sama anime sport , entah mengapa jadi suka baik cerita yang didalamnya mengandung komedi dan sedikit romantis.  Anime yang dalam manganya mempunyai jilid 31, animenya 101 episode, dan 4 layar lebarnya yang di karang oleh Takehiko Inoue bercerita tentang Tim Bola Basket dari SMA Shouhoku yang diproduksi oleh TV Asahi dan Toei Animation. Slam Sunk muncul pada manga Shounen Weekly, Di Jepang, komiknya diterbitkan oleh Shueisha dari tahun 1990 hinga 1996, sementara di Indonesia diterbitkan oleh Elex Media Komptindo. Sebelum diterbitkan Elex, komik ini pernah pula diterbitkan oleh Rajawali Grafiti. Sinopsis : Berawal dari Hanamichi Sakuragi yang tidak suka dengan basket karena perempuan ke 50 yang menolaknya, dan mengatakan dia lebih menyukai pria yang suka dengan bas