Film 3 Dara 2 : Menjadi Bapak Rumah Tangga




Pada tanggal 19 Oktober 2018, MNC Pictures mengundang saya beserta komunitas BloggerCrony untuk menonton Press Screening 3 Dara 2. Saya memang belum pernah nonton tentang film 3 Dara yang pertama, awal mula saya beranggapan bahwa ini akan menjadi sambungan yang pertama. Setelah saya menonton, ternyata sama sekali bukan lanjutannya tetapi kisah seorang suami yang mengangap remeh pekerjaan rumah si istri.

Sinopsis 3 Dara 2

Film drama yang dibumbui dengan komedi akan menceritakan tentang sebuah keluarga kecil yaitu Grace yang diperankan oleh Ovi Dian dan Cay yang diperankan Adipati Dolken yang sudah menginjak usia 3 tahun masa pernikahan mereka, akan tetapi dua pasar yang juga telah mempunyai hubungan romantis dan harmonis dengan keluarganya masing-masing yaitu Aniek yang diperankan oleh Fanny Fabriana dan Affandi yang diperankan Tora Sudiro.

Setelah menikah dan mereka sedang asyik dalam menggeluti bisnis online di lokasi lain sahabatnya bernama kasih yang diperankan Rania Putri dan Richard yang diperankan tanta Ginting kedua pasal tersebut memang belum menikah akan tetapi sudah memperoleh restu untuk menuju jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan.

Nilai tempat ternyata pada film ini ada sebuah kejadian di mana ketiga pria tersebut tertimpa sebuah kutukan misterius di mana ketukan tersebut dikarenakan mereka menganggap remeh pekerjaan rumah tangga yang biasanya dilakukan oleh istri mereka. Akibat menganggap remeh hal tersebut, ketiga pria ini selanjutnya memutuskan untuk tinggal di rumah eyang putri yang diperankan oleh Cut mini ibu dari Aniek.

Pertengahan Oktober film ini sudah dilakukan Meet and Great para pemain 3 Dara 2. Dan menghasilkan rekor MURI untuk konvoi pemain film 3 Dara 2. Bersama para pengemudi motor sebanyak 1000 perempuan. Harapannya bisa menembus angka ribuan untuk penonton, karena untuk film 3 Dara 1 saja mencapai 7000 penonton. 

Penasarankan film yang bergenre komedi ini? Saksikan di bioskop-bioskop kesayangan kalian pada tanggal 25 Oktober 2018.

Komentar