Langsung ke konten utama

Pentingnya Imunisasi



Tanggal 23 April adalah puncak dari hari Imunasasi, masih banyak orangtua yang masih enggan memberikan imunasi kepada anaknya. Orangtua enggan karena efek samping yang di timbulkan sehabis imunasi, dan fatwa yang tidak jelas imunisasi itu haram. Nah, timbul pertanyaan seberapa pentingkah imunisasi? Penyakit apakah yang akan di alami jika tidak imunisasi? Apakah imunisasi itu haram? Pertanyaan tersebut akan di jawab oleh ahlinya yaitu drg. R. Vensya Sitohan, M.Epid selaku Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI, Prof. Dr. Cissy Kartasasmita, Sp.A, dan Dr. H. M. Asrarun Ni’am Soleh M.A selaku Sekertaris Komisi Fatwa MUI.

Narasumber dari Kemenkes dan MUI


Sebelum menjelaskan seberapa pentingnya Imunisasi untuk anak, alanghkah baiknya saya menjelaskan, apa imunisasi itu?

Imunisasi di bagi menjadi yaitu imunisasi pasif dan aktif :

1.      Imunisasi Pasif adalah pemindahan/transfer ke dalam tubuh.

2.      Imunisasi Aktif adalah tindakan untuk merangsang pembentukan antibodi dalam tubuh dengan  cara memberikan cairan berisi antigen (kuman/bagian kuman yang dilemahkan atau dimatikan) yang berfungsi untuk merangsang terbentuknya kekebakan dalam tubuh.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak :

1.      ASI ekslusif
2.      Nutrisi seimbang
3.      Penyediaan air bersih
4.      Imunisasi
5.      Sanitasi sehat
6.      Pengasuhan optimal

Penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi :

1.      Hepatitis B
2.      Tuberculosis
3.      Polio
4.      Difteri
5.      Pertussis
6.      Meninginitis
7.      Pneumonia
8.      Kanker Serviks

Mengapa harus imunisasi?

1.      Upaya pencegahan paling Cost Effective
2.      Selain mencegah penyakit bagi diri sendiri tetapi juga melindungi orang di sekitarnya.
3.      Menggunakan vaksin yang terjamin keamaan dan kualitasnya
4.      Mencegah penyakit yang menyebabkan kematian dan kecacatan
5.      Memenuhi hak anak
6.      Anak tidak mempunyai kekebalan terhadap mikroorganisme ganas (pathogen)
7.      Anak dapat meninggal atau cacat sebagai akibat penyakit infeksi berat
8.      Anak akan menularkan penyakit ke anak/dewasa lain 



Keberhasilan dari imunisasi adalah :

1.      Cacar berhasil dibasmi di seluruh dunia.
2.      Indonesia mendapat sertifikat bebas polio pada tahun 2014
3.      Indonesia mengeliminasi tetanus pada ibu hamil dan bayi baru lahir tahun 2016.
Pelayanan imunisasi dapat dilakukan di fasilitas-fasilitas kesehatan seperti di :
1.      Posyandu
2.      Puskesmas
3.      Puskesmas pembantu
4.      Rumah Sakit Pemerintah
5.      Rumah Sakit Swasta, Klinik Dokter Swasta, Klinik Bidan Praktik Mandiri
6.      Fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan lainnya serta
7.      Sekolah-sekolah pada pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)

Bagaimana bila seorang anak tidak mendapat imunisasi rutin lengkap sesuai jadwal yang ditentukan?

Anak yang tidak diimunisasi lengkap tidak memiliki kekebalan sempurna terhadap penyakit-penyakit berbahaya sehingga mudah tertular penyakit, menderita sakit berat, serta menderita cacat bahkan meninggal dunia. Selain itu, mereka juga dapat menjadi sumber penularan penyakit bagi orang lain.
Fatwa MUI menyatakan bahwa :

1.      Vaksin itu Halal
2.      Vaksin itu Haram/Najis/Mutanajjis
2.1. Jika ada vaksin halal
2.2. Jika tidak ada alternative, dan di khawatirkan terjangkit penyakit atau terjadi penyabaran itu boleh namun secara kondisional dan temporal
Kondisional adalah kebolehan penggunakan vaksin haram tersebut pada kondisi mendesak untuk dibutuhkan.
Temporal adalah penggunaan vaksin tersebut dibolehkan hingga ditemukan vaksin yang halal.
Di luar yang di atas tersebut tidak diperbolehkan. 



Dapat disimpulkan bahwa :

1.      Vaksinisasi berperan penting untuk menurunkan kejadian dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
2.       Penurunan cakupan dapat meningkatkan kejadian penyakit
3.      Vakin menghasilkan imunitas seperti halnya infeksi ilmiah
4.      Keutungan vaksininasi untuk individu, lingkungan, dan komunitas
5.      Vaksin itu halal

Poto bersama Narasumber dan Blogger Kesehatan



Nah, sudah jelaskan kan betapa pentingnya imunisasi dari penjelasan di atas. Jangan sampai anak, keponakan, saudara, dan teman-teman anda menyesal. Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan Ibu Millenial dalam Mengasuh Anak

Yuhu, apa kabar semuanya? Semoga kalian baik-baik saja ya… Ada info terbaru untuk kalian khususnya ibu-ibu Millenial, untuk menciptakan generasi emas. Pada masa pandemic ini, ibu-ibu sangat dianjurkan untuk melindungi anaknya dengan cara memberikan protocol kesehatan. Anak-anak diajarkan untuk membersihkan tangan, tidak hanya membersihkan tangan pada saat sebelum dan sesudah makan saja tetapi setelah beraktivitas di luar. Tidak harus masa pandemic saja ya, dalam kehidupan sehari-haripun seperti itu. Agar anak kita terhindar dari virus dan penyakit, dan menciptakan hidup yang lebih sehat. Tanggal 11 Agustus 2020, aku ikut Webinar di aplikasi Zoom dengan tema “Mencetak Ibu Millenial Pembangun Generasi Emas 2045 di Era Pandemi Covid 19”. Dengan narasumber sbb : -         Hj Khofifah Indar Parawansa,   Ketua Umum PP NU -         Dr Hj Erna Yulia Soefihara,   Ketua   VII PP NU -         Media   Octariana, MCN Asisten Deputi Ketahanan Gizi KIA -         DR. dr. TB. Rachmat Sa

Belajar Science di Anime DR Stone

Hallo teman-teman! Sebelum aku membahas anime jadul (jaman dulu) lagi, aku membahas anime yang aku tonton akhir-akhir ini. Seperti judul yang di atas, aku akan membahas anime DR Stone. Filmnya, rekomen banget karena menurut aku film bergenre Fantasi dan komedi. Biasakan, aku selalu memprediksi anime dengan seri 24 episode akan menjadi anime yang membosankan. Karena, menjelaskan secara ilmiah dan proses juga nama jamur yang beracun dan tidak. Dan ternyata, semua terbantahkan karena ada unsur komedi di anime ini. Awalnya sih, aku ga lihat genrenya apa tahu-tahu ada di laptop aku dan entah kapan aku download ini anime. Karena aku selalu men-download anime berdasarkan rating di myanimelist. Daripada berlama-lama dan kalian akan bosan sama tulisan aku, lebih baik aku langsung menceritakan animenya seperti apa. Sinopsis : 3700 tahun setelah kilatan cahaya misterius mengubah umat manusia menjadi batu, seorang remaja jenius bernama Senku Ishigami bangkit dan menemukan diri

Slam Dunk : Anime Sport Sepanjang Masa

Slam Dunk adalah anime yang membuat aku menjadi lebih bersemangat lagi, sikap pantang menyerah, percaya diri, dan tidak takut kepada musuh membuat aku semakin termotivasi. Walaupun aku jarang sekali suka sama anime sport , entah mengapa jadi suka baik cerita yang didalamnya mengandung komedi dan sedikit romantis.  Anime yang dalam manganya mempunyai jilid 31, animenya 101 episode, dan 4 layar lebarnya yang di karang oleh Takehiko Inoue bercerita tentang Tim Bola Basket dari SMA Shouhoku yang diproduksi oleh TV Asahi dan Toei Animation. Slam Sunk muncul pada manga Shounen Weekly, Di Jepang, komiknya diterbitkan oleh Shueisha dari tahun 1990 hinga 1996, sementara di Indonesia diterbitkan oleh Elex Media Komptindo. Sebelum diterbitkan Elex, komik ini pernah pula diterbitkan oleh Rajawali Grafiti. Sinopsis : Berawal dari Hanamichi Sakuragi yang tidak suka dengan basket karena perempuan ke 50 yang menolaknya, dan mengatakan dia lebih menyukai pria yang suka dengan bas