Pekan Perpustakaan Kemendikbud 2019





Hallo teman-teman, hari ini aku akan membahas tentang Pendidikan. Sekali-kali ya, jika kalian suka aku akan membahas lebih detail lagi. Pada tanggal 25-30 November yang merupakan Hari Pekan Perpustakaan Kemendikbud yang membahas tentang “Kolaborasi Komunitas untuk Mewujudkan SDM Unggul”. Ternyata, Perpustakaan Kemendikbud telah berusia 15 tahun lho…

Narsumber yang hadir adalah Pak Ade Erlangga selaku Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM), dan Pak Hasan Chabibie selaku Kepala Pustekkom & Ahli Teknologi Pendidikan. Dari pemaparan tersebut ternyata, bangsa Indonesia masih sangat minim untuk membaca. Menurut data UNESCO, hanya sekitar 0,001 saja, jadi dari 1.000 orang hanya 1 orang yang memiliki minat membaca.

Miris banget ya, dan banyak anak muda yang suka banget pergi ke Mall atau lebih suka main gadget dibandingkan membaca buku. Padahal, buku itu jembatan ilmu dan pengetahuan kita akan menjadi lebih setelah kita membaca buku.
Pak Ade Erlangga mengatakan, “Guru punya andil yang amat besar guna meningkatkan kecerdasan murid dengan cara membaca, dan guru juga lah yang mengukir sejarah hidup seseorang. Maka dari itu seorang guru harus memiliki karakter yang baik agar ilmu yang ditransfer kepada murid dapat diserapnya dengan baik pula. Dan seorang guru pun harus memiliki sifat sabar dalam membimbing muridnya, jangan mudah marah dalam mengajar. Misal saat anak murid sering bertanya, maka jangan dianggap anak tersebut bodoh, cerewet, atau tidak mengerti. Tapi justru sebaliknya, seorang murid yang banyak bertanya itu menandakan bahwa ia punya minat dan ketertarikan untuk memahami materi yang diberikan guru.”
Guru juga tidak boleh berkata kasar, dan jangan mengcap anak muridnya sembarangan. Sebagai contoh, Guru mengatakan bahwa anak itu “nakal”. Maka, anak itu akan menjadi nakal, bahkan lebih nakal dari sebelumnya. Jadi, setiap Guru harus mempunyai karakter yang lembut dan penyabar agar muridnya bisa mencerna ilmu yang diberikan.
Dan sekarang, sudah jaman digilitasi sehingga anak-anak bisa di belajar di mana saja dan kapan saja. Walaupun seperti itu, belajar dengan bertatap muka lebih efektif karena bisa membangun karakter si anak. Dalam membentuk karakter murid ada yang namanya Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yaitu gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (etik), olah rasa (estetis), olah pikir (literasi), dan olah raga (kinestetik) dengan dukungan pelibatan publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Maka, peran kemendikbud meluncurkan teknologi untuk para siswa bernama Rumah Belajar. Kalian, bisa cek di https://belajar.kemendikbud.go.id atau bisa melalui aplikasi. Di dalam aplikasi tersebut terdapat :

1.      Sumber Belajar
2.      Kelas Digital
3.      Bank Soal
4.      Laboratorium Masa
Nah, belajar semakin menyenangkan kan kita tidak usah ke bimbel untuk belajar dan fitur aplikasi yang jauh lebih mahal. Bagaimana, teman-teman akan menyebarkan informasi ke saudara, adik, tetangga agar bisa belajar dengan mudah lagi.




Komentar