Langsung ke konten utama

Cara Mencegah Covid 19

 

 


Hallo teman-teman sudah lama tidak menulis blog, apa kabarnya kalian?

Semoga kalian yang baca blog ini, dalam keadaan sehat-sehat ya…

Masa pandemic ini, teman-teman kita yang di luar sana masih saja abai dengan kesehatan. Padahal, covid 19 virus yang mematikan dan tidak bisa di anggap remeh. Oleh karena itu, aku memberikan beberapa pemaparan tentang protocol kesehatan di masa pandemic ini.

Tanggal 30 September, Kemenkes (Kementerian Kesehatan) mengadakan Webinar dengan beberapa narasumber yaitu :

1.      dr. Riskiyana S. Putrayana, M.Kes sebagai Direktur Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat

2.      Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi sebagai Psikolog

3.      Wardah Fajri, S.I.Ikom sebagai Fasiliator/Mentor & Founder Komunitas Bloggercrony

Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) adalah penyakit baru yang dapat  menyebabkan terjadinya gangguan pernapasan dan radang paru. Penyakit  ini disebabkan oleh infeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2  (SARS-Cov-2).

Gejalanya yaitu :

1.      Demam lebih dari 37.5ᵒ C

2.      Batuk dan Pilek

3.      Gangguan (sesak) Pernapasan

4.      Sakit tenggorakan

5.      Letih dan lesu

Cara penularannya :

1.      Droplet atau cairan dari air liur dari batuk dan bersin

2.      Kontak pribadi dengan cara menyentuh dan berjabat tangan

3.      Menyentuh benda atau permukaan virus di atasnya, kemudian menyentuh mulut, hidung dan mata sebelum mencuci tangan.

Faktor pendorongnya adalah :

1.      Jumlah populasi yang tinggi

2.      Praktek cuci tangan yang masih rendah

3.      Pelaku perjalanan

4.      Jumlah ISPA berat di 6 rumah sakit sentinel

5.      Populasi yang tinggal di daerah urban

Factor ini diperberat dengan ;

1.      Takut, tidak berdaya, dan denial

2.      Tidak percaya dengan Covid

3.      Rumor dan informasi yang salah

4.      Kekhawatiran populasi yang beresiko

5.      Dan belum ada vaksin

Protokol Kesehatan berupa :

1.      Menggunakan masker

2.      Menjaga jarak

3.      Mencuci tangan

4.      Mengkonsumsi makan-makanan yang bergizi

5.      Daya tahan tubuh, olahraga, kelola stress, dan juga kelola penyakit penyerta/comorbid

Perilaku saat masuk ke rumah

1.      Lepaskan sepatu sebelum masuk pintu rumah 

2.      Hindari menyentuh benda apapunLepas sepatu dan barang bawaan di luar untuk  dibersihkan dengan desinfektan/ dicuci dengan sabun. 

3.      Langsung CTPS- mandi keramas- ganti baju dengan  pakaian yg bersihSetelah membersihkan diri bisa berinteraksi dengan  anggota keluarga.

Perilaku saat di dalam rumah

1.      Kurangi dan jaga interaksi dengan orang luar/ tamu

2.      Pakai dan rutin mencuci masker setiap selesai digunakan.

3.       Membersihkan rumah dan benda-benda yang ada dengan  desinfektan setiap hari.

4.      Berjemur setiap hari pada pukul 10 pagi selama 15 menit.

5.      Belajar atau mencari berita melalui online

6.       CTPS dengan air mengalir sesering mungkin: setelah  pegang uang, sebelum makan, setelah memegang  benda-benda yang dari luar, dll.

7.      Tidur/ beritirahat cukup setiap hari

8.       Konsumsi gizi seimbang.

9.      Melakukan aktivitas fisik setiap hari .

10.   Aktif membangun suasana dirumah yang enjoy.

Perilaku saat di luar rumah

1.      Pakai masker

2.      Pakai baju lengan panjang/jaket dan sepatu

3.      Membawa hand sanitizer

4.       Jaga jarak 1-2 meter dengan orang lain

5.       Jangan menyentuh area wajah jika belum  CTPS

Mengapa masayarakat tidak melaksanakan protocol kesehatan?

Ada dua alasan yaitu Faktor Internal dan Eksternal ;

1.      Factor Internal karena kurangnya Moral Virtue yang itu adanya empati, hati nurani, control diri, menghargai, kebaikan, tenggang rasa, tenggang rasa dan keadilan. Dan juga proses belajar dalam pemahaman, afektif, dan tingkah laku.

2.      Factor eksternal aturan tidak baku, ketiadaan contoh, dan konsekuensi tidak ketat.

Bagaimana meningkatkan kesadaran dan disiplin diri?

1.      Perkuat moral virtue

2.      Kenali manfaat 3M

3.      Memperbudah jangan di persulit

4.      Terapkan kebiasaan yang konsisten

5.      Mulailah dari diri sendiri

6.      Mulailah dari lingkungan sekitar

7.      Jadilah contoh untuk lingkungan

Menurut Wardah Fajri, yang lebih dikenal dengan mbak Wawa factor komunitas juga mempengaruhi seseorang mendapatkan dukungan. Karena komunitas, kita bisa berdiskusi, memberikan edukasi, dan juga melakukan aktivitas terutama aktivitas yang bisa di lakukan saat di rumah seperti aktivitas secara digital.

Yuk, teman-teman untuk mencegah penularan covid 19 kita lakukan 3 M. Dan ingat, kita bisa melakukan dari sendiri lalu tularkan ke orang lain. Stay Save ya…

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan Ibu Millenial dalam Mengasuh Anak

Yuhu, apa kabar semuanya? Semoga kalian baik-baik saja ya… Ada info terbaru untuk kalian khususnya ibu-ibu Millenial, untuk menciptakan generasi emas. Pada masa pandemic ini, ibu-ibu sangat dianjurkan untuk melindungi anaknya dengan cara memberikan protocol kesehatan. Anak-anak diajarkan untuk membersihkan tangan, tidak hanya membersihkan tangan pada saat sebelum dan sesudah makan saja tetapi setelah beraktivitas di luar. Tidak harus masa pandemic saja ya, dalam kehidupan sehari-haripun seperti itu. Agar anak kita terhindar dari virus dan penyakit, dan menciptakan hidup yang lebih sehat. Tanggal 11 Agustus 2020, aku ikut Webinar di aplikasi Zoom dengan tema “Mencetak Ibu Millenial Pembangun Generasi Emas 2045 di Era Pandemi Covid 19”. Dengan narasumber sbb : -         Hj Khofifah Indar Parawansa,   Ketua Umum PP NU -         Dr Hj Erna Yulia Soefihara,   Ketua   VII PP NU -         Media   Octariana, MCN Asisten Deputi Ketahanan Gizi KIA -         DR. dr. TB. Rachmat Sa

Belajar Science di Anime DR Stone

Hallo teman-teman! Sebelum aku membahas anime jadul (jaman dulu) lagi, aku membahas anime yang aku tonton akhir-akhir ini. Seperti judul yang di atas, aku akan membahas anime DR Stone. Filmnya, rekomen banget karena menurut aku film bergenre Fantasi dan komedi. Biasakan, aku selalu memprediksi anime dengan seri 24 episode akan menjadi anime yang membosankan. Karena, menjelaskan secara ilmiah dan proses juga nama jamur yang beracun dan tidak. Dan ternyata, semua terbantahkan karena ada unsur komedi di anime ini. Awalnya sih, aku ga lihat genrenya apa tahu-tahu ada di laptop aku dan entah kapan aku download ini anime. Karena aku selalu men-download anime berdasarkan rating di myanimelist. Daripada berlama-lama dan kalian akan bosan sama tulisan aku, lebih baik aku langsung menceritakan animenya seperti apa. Sinopsis : 3700 tahun setelah kilatan cahaya misterius mengubah umat manusia menjadi batu, seorang remaja jenius bernama Senku Ishigami bangkit dan menemukan diri

Slam Dunk : Anime Sport Sepanjang Masa

Slam Dunk adalah anime yang membuat aku menjadi lebih bersemangat lagi, sikap pantang menyerah, percaya diri, dan tidak takut kepada musuh membuat aku semakin termotivasi. Walaupun aku jarang sekali suka sama anime sport , entah mengapa jadi suka baik cerita yang didalamnya mengandung komedi dan sedikit romantis.  Anime yang dalam manganya mempunyai jilid 31, animenya 101 episode, dan 4 layar lebarnya yang di karang oleh Takehiko Inoue bercerita tentang Tim Bola Basket dari SMA Shouhoku yang diproduksi oleh TV Asahi dan Toei Animation. Slam Sunk muncul pada manga Shounen Weekly, Di Jepang, komiknya diterbitkan oleh Shueisha dari tahun 1990 hinga 1996, sementara di Indonesia diterbitkan oleh Elex Media Komptindo. Sebelum diterbitkan Elex, komik ini pernah pula diterbitkan oleh Rajawali Grafiti. Sinopsis : Berawal dari Hanamichi Sakuragi yang tidak suka dengan basket karena perempuan ke 50 yang menolaknya, dan mengatakan dia lebih menyukai pria yang suka dengan bas