Mencegah Remaja Putri dari Anemia

Hallo, teman-teman apa kabarnya nih? Sudah lama diriku tidak menulis tentang kesehatan nih, kangenkan membaca tulisan aku hehehe.  Pada tanggal 25 Januari, kita memperingati Hari Gizi Nasional dengan tema Remaja Sehat Bebas Anemia. 

Pasti ada sebagian yang tahu dan tidak tentang anemia itu akan aku jelaskan tentang anemia ya. Anemia adalah keadaan konsentrasi Hemoglobin (Hb), yang berada didalam sel darahmerah, lebih rendah dari seharusnya, yaitu: Hb < 13 g/dL pd laki-laki dewasa Hb < 12 g/dL pada perempuan dewasa. Sedangkan Hemoglobin adalah pembawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh, termasuk otak dan otot. 

Ciri-ciri Seorang Terkena anemia

1. Letih

2. Lesu 

3. Lemah

4. Lalai

5. Lelah

6. Kulit Pusat dan kekuningan

7. Detak Jantung tidak beraturan

8. Nafas Pendek

9. Sakit Dada

10. Tangan dan Kaki dingin

11. Sakit Kepala

12. Pusing (berputar-putar / berkunang-kunang)

Di acara Webinar Kemenkes menghadiri :

1. dr. Prisca Charity W (Host)

2 Analisa Widianingrum, S.Psi, M.Psi, Clinical Psychologis/CEO APDC I

3. Prof. Endang L. Achadi, Guru Besar FKM UI

4. dr. Indah Kusuma, Miss Beauty 2014 membahas mengenai "Gaya Hidup Sehat untuk Millenial Berprestasi"


Saat ini lndonesia masih dihadapkan pada beban ganda masalah gizi yaitu masih tingginya prevalensi stunting, wasting dan obesitas serta kekurangan zat gizi mikro terutama anemia yang masih menjadi tantangan besar.

Berdasarkan Riskesdas 2018 prevalensi anemia pada remaja sebesar 32o/o, arlinya 3-4 dari 10 remaja menderita anemia. Hal tersebut dipengaruhi oleh kebiasaan asupan gizi yang tidak optimal dan kurangnya aktifitas fisik.

Untuk mencegahnya, Kementerian Kesehatan melakukan intervensi spesifik dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja puteri dan ibu hamil. Selain itu, Kemenkes juga melakukan penanggulangan anemia melalui edukasi dan promosi gizi seimbang, fortifikasi zat besi pada bahan makanan serta penerapan hidup bersih dan sehat. 

Komitmen ini diharapkan akan semakin meningkatkan kesehatan para remaja puteri. lndonesia membutuhkan remaja yang produktif, kreatif, serta kritis demi kemajuan bangsa itu sendiri, dan remaja dapat mencapai produktifitas dan kreativitas yang maksimal serta mempunyai pemikiran yang kritis, apabila mereka sehat. 

Selain pemberian TTD, Kemenkes juga mendorong para remaja untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan menjaga asupan gizi seimbang dengan menu #IsiPiringKu, rutin aktivitas fisik dan menjaga kebersihan. 

Juga jangan lupa sarapan ya. Kebiasaan sarapan pagi harus rutin dilakukan remaja supaya benar-benar bisa fokus dan berenergi saat beraktivitas.

Nah, bagaimana teman-teman sudah jelaskan? Yuk, kita cegah remaja putri dari anemia dengan memberikan makanan yang mengandung zat besi. Tunggu tulisan aku yang akan datang ya, see you ^_^

Komentar