Langsung ke konten utama

Mencegah Obesitas dan Stunting Bersama YPM PLN



Hallo teman-teman tanggal 25 Januari 2022, pertepatan dengan Hari Gizi Nasional YPM PLN mengadakan webinar dengan tema “Public Expose Pilar Kesehatan YPM PLN” dan webinar ini membahas tentang Kesehatan Hari Gizi Nasional - Aksi Cegah Stunting dan Obesitas.Dengan Pembicara :

1. Mirza (Ketua III, YPM PLN)

2. Dr. Irdawati Oemari (Dokter Koordinator PLN)

3. Prof. Dr. Dra. Ratu Ayu Dewi Sartika, Apt., Msc (Guru Besar FKM Universitas Indonesia)

Dengan Pembawa Acara dan Moderator Ilman Rusting, A.Md.Gz (Penggerak Ayah MPAsi, Penulis Buku Posyandu Remaja dan Nutritionis di Puskesmas Johar Baru 3 Jakarta)

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia di Hari Gizi Nasional ke 62 tahun ini mengangkat tema “Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas”.  Terkait isu gizi, YBM PLN sejak tahun 2020 hingga sekarang sedikitnya sudah menginstall dua titik kampung gizi. Di tahun 2020 ada Kampung Gizi di Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Tahun 2021 YBM PLN pun membuat Kampung Gizi di Desa Mulyajaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut.

Tak hanya intervensi di isu gizi saja, YBM PLN juga sudah banyak melakukan banyak intervensi manfaat dalam mendukung program pemerintah khususnya dalam bidang kesehatan, mulai dari program preventif hingga kuratif. Dari intervensi tersebut sudah banyak masyarakat dan daerah yang merasakan manfaatnya.

Oleh karena itu di momen Hari Gizi Nasional (HGN) 2022, YBM PLN melaksanakan Public Expose Pilar Kesehatan. Dari event ini YBM PLN ingin menyampaikan jangkauan kiprah YBM PLN dalam melakukan intervensi program di isu kesehatan sejak 15 tahun YBM PLN berdiri.

Mirza selaku Ketua III YBM PLN menyampaikan "YBM PLN di pilar kesehatan memiliki beberapa program unggulan yang sudah dijalankan dan memberikan banyak manfaat bagi negeri ini. Sedikitnya hingga akhir 2021 sudah ada 46.342 jiwa penerima manfaat yang tersebar di 11 provinsi".

Selain Public Expose, dalam rangka memperingati HGN ke 62, YBM PLN juga menjalankan beberapa kegiatan diantaranya Webinar Kesehatan, Festival Kampung Gizi, Berbagi 2.000 Paket Makanan Bergizi, dan Bidan Cahaya In Action.

YPM PLN telah 15 tahun membantu masyarakat untuk kesehatan, dan memberikan manfaat 46.394 jiwa di titik 11 Propinsi di seluruh Indonesia meliputi Aceh, Riau, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Kalimantan Barat.

Salah satu permasalahan gizi di Indonesia adalah Obesitas dan Stunting, karena masyarakat kurang memberikan makanan yang bergizi kepada anak dan kurangnya pengetahuan tentang gizi anak. Sehingga anak terlahir menjadi stunting, dan juga mempunyai kelebihan berat badan yang tidak bisa di kontrol sehingga menyebabkan berbagai penyakit tidak menular di badan si anak.

Obesitas adalah  kondisi ketika lemak yang menumpuk di dalam tubuh sangat banyak akibat kalori masuk lebih banyak dibandingkan yang dibakar. Penyakit yang menyerang adalah hipertensi, gangguan tidur, radang sendi, penyakit jantung dan pembuluh darah, hyperliprdemia (penumpukan lemak), diabetes, gangguan sosial.

Penyebab obesitas adalah karena genetik dan pengaruh linkungan dan perilaku pola makan, kadar lemak, aktivitas fisik yang kurang, pengaruh emosi, dan pengaruh alkohol. Untuk mecegahnya dengan cara mengatur pola makan, olahraga, mengatasi stress, dan tidak minum minuman yang berakholol. Jadi, untuk makan lebih baik makan makanan yang bergizi yang cukuo serat seperti buah dan sayur dan hidari makanan yang instan atau junk food.

Dan yang lebih memprihatinkan lagi bayi lahir dalam keadaan stunting, dan di Indonesia masih tinggi sekitar 30.8%.  Stunting adalah terganggunya (gagal tumbuh kembang) pada anak balita akibat kekuragan gizi kronis (asupan gizi) yang tidak cukup dalam waktu lama), infeksi berulang dan stimulasi yang tidak optimal. Stunting terjadi mulai dari dalam janin, masa awal setelah lahir dan baru nampak saat anak berusia 2 tahun.

Ciri-ciri Stunting anak adalah tanda pubertas terlambat, usia 8-10 tahun menjadi lebih pendiam, performa buruk pada tes perhatian dan memori belajar, pertumbuhan melambat, pertumbuhan gigi terlambat, dan wajah lebih muda dari usianya.

Dampak Stunting adalah perkembangan otak anak terlambat, pertumbuhan terganggu, metabolic programing seperti hipertensi, diabetes, obesitas, Stroke. Pengaruh kekurangan gizi dalam kandungan dapat menjangkau hingga tiga generasi berikutnya (hubungan tinggi badan nenek dengan cucunya).

Jadi, kita sebagai orangtua harus memperhatikan gizi anak agar anak tidak mengalami obesitas dan stunting. Dan harus deperhatikan lagi sama pola makan anak yang harus seimbang, jangan sembarang memberi makan anak. Jangan, anak suka makan kita kasih makan apa saja tapi yang kita harus perhatikan adalah gizinya sudah cukup atau belum.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Penyakit Kusta dan Cara Mencegahnya

Hallo teman-teman, banyak di antara teman-teman yang sudah tahu dengan Penyakit Kusta. Penyakit kusta di sebabkan oleh bakteri Mycobacterium Leprae, penyakit kusta adalah penyakit yang menular tapi tidak mudah tertular. Banyak sekali stigma negatif tentang penyakit kusta ini, sehingga para penderita lebih baik menyembunyikan penyakit ini daripada di obati. Akibatnya, penyakit ini menimbulkan kecatatan padahal dengan pemeriksaan sistem saraf, pengobatan yang rutin, dan perawatan secara mandiri penyakit ini bisa sembuh. Stigma negatif yang melekat dengan penyakit kusta, membuat para penderita tidak bisa mendapatkan pengobatan secara maksimal. Dan berakibat, penyandang disabilitas karena kusra dan penderita penyakit kusta kesulitan mendapatkan akses untuk pelayanan kesehatan. Juga, kurang mendapatkan perawatan dan penanganan penyakit kusta. Minimnya informasi tentang penyakit kusta, membuat para penderitanya enggan untuk pergi berobat dan memilih untuk diam di rumah. Sehingga, membuat par

Tantangan Ibu Millenial dalam Mengasuh Anak

Yuhu, apa kabar semuanya? Semoga kalian baik-baik saja ya… Ada info terbaru untuk kalian khususnya ibu-ibu Millenial, untuk menciptakan generasi emas. Pada masa pandemic ini, ibu-ibu sangat dianjurkan untuk melindungi anaknya dengan cara memberikan protocol kesehatan. Anak-anak diajarkan untuk membersihkan tangan, tidak hanya membersihkan tangan pada saat sebelum dan sesudah makan saja tetapi setelah beraktivitas di luar. Tidak harus masa pandemic saja ya, dalam kehidupan sehari-haripun seperti itu. Agar anak kita terhindar dari virus dan penyakit, dan menciptakan hidup yang lebih sehat. Tanggal 11 Agustus 2020, aku ikut Webinar di aplikasi Zoom dengan tema “Mencetak Ibu Millenial Pembangun Generasi Emas 2045 di Era Pandemi Covid 19”. Dengan narasumber sbb : -         Hj Khofifah Indar Parawansa,   Ketua Umum PP NU -         Dr Hj Erna Yulia Soefihara,   Ketua   VII PP NU -         Media   Octariana, MCN Asisten Deputi Ketahanan Gizi KIA -         DR. dr. TB. Rachmat Sa

Belajar Science di Anime DR Stone

Hallo teman-teman! Sebelum aku membahas anime jadul (jaman dulu) lagi, aku membahas anime yang aku tonton akhir-akhir ini. Seperti judul yang di atas, aku akan membahas anime DR Stone. Filmnya, rekomen banget karena menurut aku film bergenre Fantasi dan komedi. Biasakan, aku selalu memprediksi anime dengan seri 24 episode akan menjadi anime yang membosankan. Karena, menjelaskan secara ilmiah dan proses juga nama jamur yang beracun dan tidak. Dan ternyata, semua terbantahkan karena ada unsur komedi di anime ini. Awalnya sih, aku ga lihat genrenya apa tahu-tahu ada di laptop aku dan entah kapan aku download ini anime. Karena aku selalu men-download anime berdasarkan rating di myanimelist. Daripada berlama-lama dan kalian akan bosan sama tulisan aku, lebih baik aku langsung menceritakan animenya seperti apa. Sinopsis : 3700 tahun setelah kilatan cahaya misterius mengubah umat manusia menjadi batu, seorang remaja jenius bernama Senku Ishigami bangkit dan menemukan diri

Review Face Care Scarlett Acne Cream

Hallo, teman-teman berjumpa lagi bersama aku kali ini ada pembahasan baru ya. Kalian sudah tahu belum aku mau membahas apa? Membahas tentang face care, face care yang sekarang sedang viral. Apa coba? Yup, SCARLETT yang sudah di promosiin sama banyak blogger dan para influencer. Setelah lihat promosinya yang heboh, akhirnya aku memberanikan diri untuk mencobanya. Cocok tidak di muka aku, muka aku tuh susah banget cocok sama jenis face care. Maklum, muka ku itu jenisnya sensitif cenderung minyak dan berjerawat. Apalagi, menjelang PMS (Pra Menstrurasi) beuh jerawat tiba-tiba muncul gede apalagi komedo agak bandel ngebersihinnya . Ngeselin kan, gimana teman-teman ada yang senasib? Apa yang kalian ketahui tentang produk Scarlett? Terbesit di pemikiran kalian, produknya hanya mengeluarkan body wash, hand body, dan body scrub. Jangan salah, Scarlett sekarang mengeluarkan produk baru yaitu Scarlett face care. Produknya memiliki dua series face care, Acne Series dan Brightly Series. Tenang saja