Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2019

Tips Menghindari Pungutan Liar di Objek Wisata

Merasa risih jika kita mengunjungi suatu objek wisata dengan tujuan untuk bersenang-senang tetapi tidak merasa senang. Itu yang pernah aku alami beberapa kali mengunjungi suatu objek wisata, pernah ke suatu objek wisata itu aku kehabisan uang gara-gara kebanyakan pungli (pungutan liar). Apa sih arti pungli menurut kalian?. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), pungli adalah pengenaan biaya yang dikenakan pada tenpat yang seharusnya tidak dikenakan biaya.  Pada saat kita sudah membayar uang masuk objek wisata yang kita tuju eh, tidak tahunya bayar lagi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Dengan alasan biaya parkir (jika membawa kendaraan), keamanan, tiket masuk dengan orang berbeda, dll. Rasanya ingin menarik napas ja deh, melihat pungli-pungli yang masih bertebaran. Apalagi, pungli yang menarik iuran dengan cara memaksa oleh akamsi (anak kampung situ) rasanya ku ingin berkata kasar! Tetapi, kita tidak bisa berbuat apa-apa karena kita tuh tamu dan mereka adalah

Memotret Kaum Marginal di Jakarta

Teman-teman, apa sih marginal itu? Apakah seseorang yang   garis dibawah kemiskinan atau   memang hidup serba pas-pasan? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, marginal adalah berhubungan dengan batas   dan berada di pinggir. Jadi, bisa diartikan sebagai sekelompok yang jumlahnya kecil yang terpinggiran dan bisa diartikan sebagai kaum Dhuafa. Jakarta, adalah ibukota Negara yang kita harus perhatikan. Karena Ibu Kota adalah tonggak dari perekonomian dan menjadi indicator ekonomi untuk daerah sekitarnya. Seharusnya, dengan APBD yang dan selalu meningkat dari tahun ke tahun, seharusnya Jakarta bisa terbebas dari kemiskinan kota. Jika, di Ibu Kota saja banyak kaum marginal, bagaimana daerah di sekitar Jakarta? Hal ini, harus kita perhatikan dan YPM PLN sangat menyorot kaum marginal di Jakarta. Dan juga YPM PLN berharap para LSM dan Badan Zakat Nasional, turut andil dalam mengatasi kaum marginal di Jakarta. YBM (Yayasan Baitul Maal) PLN, membahas diskusi public tentang hal i

Film Mahasiswi Baru yang Membuat Penonton Tertawa Terpingkal-Pingkal

Apa jadinya, jika seorang Oma kuliah di salah satu Universitas Swasta? Apakah Oma tersebut bisa beradaptasi dengan teman-temannya yang sudah berusia sama dengan cucunya? Pada tanggal 01 Agustus 2019,   aku di undang oleh Indonesia Social Blogpreneur (ISB) menonton film Mahasiswi Baru oleh MNC Pitcures di Senayan City. Sebelum menonton filmnya, aku mencari tahu trailernya seperti apa. Dari trailer aku makin penasaran, selucu apakah Tante Widyawati dalam film itu? Sinopsis : Film ini berbeda dengan film lainnya lantaran bercerita tentang seorang ibu bernama Lastri (Widyawati) yang sangat ingin menghabiskan masa tuanya dengan berkuliah. Ingin membuktikan niatnya, ia pun mendaftarkan diri di sebuah universitas. Tidak sekedar belajar dan kuliah, rupanya Lastri juga menjalani kehidupan perkuliahan bak anak-anak kuliah masa kini, selain menimba ilmu, di sana Lastri banyak menemukan pengalaman seru. Bahkan, Lastri pun berteman dengan Danny (Morgan Oey), Sarah (Mikha Ta