Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Launching Asuransi happyOne.id yang Bikin Happy

Pada tanggal 17 Oktober, aku di undang dari BloggerCrony untuk menghadiri launching salah satu produk Asuransi Astra. Produk terbaru mereka adalah bernama happyOne.id, produk ini akan menjawab segala permasalahan di masyarakat yang   tidak di miliki oleh produk asuransi lainnya. Acara ini di adakan di Thamrin Nine Ballroom Jakarta Pusat, acara ini di hadiri oleh Blogger, Influencer, Media, dan beberapa komunitas. Peluncuran Happyone.id dilakukan oleh CEO Asuransi Astra, Rudy Chen bersama Direktur Astra International, Suparno Djasmin. Menurut Rudy Chen selaku CEO Asuransi Astra, Happyone.id merupakan wujud dari komitmen Asuransi Astra untuk senantiasa cepat beradaptasi, menyesuaikan diri dengan kebutuhan terkini pelanggan melalui berbagai pengembangan baik produk maupun layanan. “Setiap sebelum merumuskan inovasi terbaru, kami selalu mempelajari kebutuhan pelanggan dengan sangat detail, karena kami ingin inovasi yang kami luncurkan bukan sebatas mengikuti perkembangan

Film 3 Dara 2 : Menjadi Bapak Rumah Tangga

Pada tanggal 19 Oktober 2018, MNC Pictures mengundang saya beserta komunitas BloggerCrony untuk menonton Press Screening 3 Dara 2. Saya memang belum pernah nonton tentang film 3 Dara yang pertama, awal mula saya beranggapan bahwa ini akan menjadi sambungan yang pertama. Setelah saya menonton, ternyata sama sekali bukan lanjutannya tetapi kisah seorang suami yang mengangap remeh pekerjaan rumah si istri. Sinopsis 3 Dara 2 Film drama yang dibumbui dengan komedi akan menceritakan tentang sebuah keluarga kecil yaitu Grace yang diperankan oleh Ovi Dian dan Cay yang diperankan Adipati Dolken yang sudah menginjak usia 3 tahun masa pernikahan mereka, akan tetapi dua pasar yang juga telah mempunyai hubungan romantis dan harmonis dengan keluarganya masing-masing yaitu Aniek yang diperankan oleh Fanny Fabriana dan Affandi yang diperankan Tora Sudiro. Setelah menikah dan mereka sedang asyik dalam menggeluti bisnis online di lokasi lain sahabatnya bernama kasih yang diperankan

Kesehatan Jiwa Untuk Remaja

Saya mempunyai lima orang ponakan, rata-rata mereka suka sekali main handphone. Ponakan pertama sukanya main Game Online , yang kedua suka Youtube dan Game Online , yang ketiga sampai kelima suka sekali Youtube. Entah kenapa mereka jadi kecanduan handphone, jika tidak memegang handphone rasanya ada yang kurang, dan memohon untuk memberikan handphone. Ternyata, gejala ini juga bisa memberikan efek negatif kepada anak-anak yang suka main handphone terutama sekali kelima ponakan saya. Dan yang saya khawatirkan, mereka akan mengalami kejahatan cyber , cyber bullying atau bahkan video game bertema kekerasan. Jika mereka ada di rumah saya, saya akan membatasi mereka untuk main handphone, dengan membiarkan mereka bermain bersama teman-temannya di luar sana.  Berdasarkan data pengguna internet oleh anak data internet oleh anak dari Yayasan dan Buah Hati (2016), dari sebanyak 2596 siswa kelas 4,5,dan 6 sekolah dasar di wiayah Jabodetabek, sebagian besar anak menggunakan inter

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Jantung Koroner

Pada tanggal 29 September 2018, Kementrian Kesehatan memperingati hari Jantung Dunia dengan tema “ My Hearth You Hearth ”. Penyakit jantung yang merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Negara maju maupun berkembang. Studi di dunia menunjukkan kecenderungan peningkatan angka kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah ( Cardiovasular Disiase ). Data World Health Organization (WHO) pada tahun 2012, dari 56,5 juta kematian di seluruh dunia perkirakan 31%   disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah atau 17,5 juta orang penyakit jantung adalah 7,2% atau 7 dari 100 orang menderita penyakit jantung. Menurut data WHO tahun 2017, estimasi kematian akibat PTM di Indonesia adalah penyakit kardiovaskuler 37%, kanker 13%, PTM lainnya 10%, cedera 7% dan penyakit menular, maternal, perintal & malnutrisi 22%. Prevalansi penyakit jantung koroner berdasarkan wawancara terdiagnosis dokter di Indonesia sebesar 0,5 persen, dan berdasarkan terdiagnosis dokter